Bahan Bakar Pesawat

BAHAN BAKAR PESAWAT TERBANGSebelum kita mempelajari lebih dalam tentang bahan bakar pesawat terbang, kita perlu memahami betapa pentingnya bahan bakar dalam operasi pesawat terbang. Bahan bakar bagi pesawat terbang dapat dibandingkan dengan nasi sebagai makanan pokok kita sehari-hari. Seperti halnya biaya makanan yang merupakan bagian besar dari pengeluaran bulanan, begitu pula dengan bahan bakar pesawat yang merupakan komponen utama dari biaya operasional.

Sebagai contoh, biaya makan bulanan seorang mahasiswa kos di Jogja mungkin sekitar 500 ribu rupiah, sementara biaya untuk barang-barang seperti sabun, minyak rambut, atau pijat mungkin hanya sekitar 300 ribu rupiah. Demikian pula dengan pesawat, biaya bahan bakar avtur, pemeriksaan, dan operasionalnya merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan dengan seksama oleh perusahaan penerbangan.

Bahan bakar avtur tidak dijual sembarangan oleh perusahaan-perusahaan seperti Pertamina, Shell, Exxon, dan lainnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami berbagai jenis bahan bakar pesawat, sifat-sifatnya, warnanya, dan karakteristik lainnya. Sebelum memulai pembelajaran tentang bahan bakar pesawat, ada beberapa referensi buku yang dapat menjadi panduan bagi kita untuk memahami topik ini lebih dalam.






  • Aviation Fuel,ASTM
  • World Jet Fuel Specification,ExxonMobil Aviation
  • Significance of test for Petroleum Products,Salvatore J Rand
  • Aviation Fuel handling Handbook,E Mallard
  • The Aeroshell Book, Shell Aviation
  • Aviation Fuels With Improved Fire Safety,NRC

JENIS-JENIS BAHAN BAKAR PESAWAT UDARA

Sekarang di sini saya akan menguraikan satu persatu tentang bahan bakar pesawat yang mungkin sahabat-sahabat sekalian sering salah menyebut dan mendeskripsikannya. Untuk mempelajari avtur dan avgas,orang-orang penerbangan akan berkolaborasi dengan teman-teman dari jurusan kimia dan teknik perminyakan karena merekalah yang ahli dalam bidang ini. Perbedaannya,kalau orang perminyakan mempelajari proses pembuatan dan cara mendapatkannya,sedangkan kalau teknik penerbangan mempelarai aplikasi penggunaannya. Sekarang kita kembali membahas avgas dan avtur. Bahan bakar pesawat adalah avtur,itu adalah benar, tetapi pesawat yang mana dulu. Sering kita dengar orang bicara bahan bakar pesawat adalah avtur atau ada yang bilang bahan bakar pesawat itu avtur alias bensol,kalau yang menyebut avtur adalah bensol ini malah salah kaprah. Penjelasannya,bahan bakar pesawat memang avtur,tetapi sebenarnya bahan bakar pesawat tergantung mesin (engine) yang dipakai pesawat terbang itu sendiri. Bahan bakar pesawat hanya ada dua yaitu avtur dan avgas. Avtur adalah singkatan dari Aviation Turbine Fuel (bahan bakar yang digunakan untuk pesawat yang menggunakan mesin turbine gas atau bahasa gaulnya mesin jet) dan Avgas adalah Aviation Gasoline ( bahan bakar pesawat terbang yang menggunakan mesin piston) dan avgas ini adalah yang sering sahabat-sahabat sebut sebagai bensol. Jadi avtur bukan bensol,yang bensol adalah avgas. Asal mula avtur dan avgas adalah crude oil atau minyak mentah,sama seperti bahan bakar fosil lainnya seperti diesel,gas LPG,dan sebagainya. Dari minyak mentah itulah dilakukan proses refining sehingga terbentuklah berbagai macam bahan bakar dan beberapa diantaranya adalah avtur dan avgas untuk pesawat terbang. 


Avgas memiliki rantai karbon paling pendek daripada avtur. Rekan-rekan ingat teori hidrokarbon di mata pelajaran kimia kelas X semester dua bahwa semakin pendek rantai karbon suatu bahan bakar,maka emisi gas karbon dioksida atau CO2 yang dihasilkan semakin sedikit. Berarti sudah cukup jelas kalau polusi antara avgas dan avtur ini lebih tinggi avtur karena rantai karbon avgas hanya pada rentang C5 sampai C10 lebih tepatnya berada pada C8 atau oktana sedangkan rantai karbon avtur berada pada rentang C10 sampai C16. Selain itu,di pelajaran hidrokarbon kimia kelas X SMA,kita juga belajar bahwa semakin pendek rantai karbon suatu bahan bakar,maka bahan bakar itu lebih mudah tersulut api atau terbakar. Berarti sudah cukup jelas,jangan sekali-kali mainan korek atau merokok di dekat avgas,karena avgas lebih mudah tersulut daripada avtur.

Sebelum kita mengurai tentang avgas dan avtur,kita terlebih dahulu harus mempelajari tentang ASTM. ASTM adalah American Standard Testing Material, yaitu standar uji dan penamaan untuk sebuah material dimana avgas dan avtur ketika dalam standar testing di Amerika bukan lagi disebut avtur atau avgas ,tetapi menggunakan nama ASTM diikuti kode angkanya dan untuk standar inggris menggunakan DEF-STAN lalu diikuti kode angkanya. Selain itu kita juga mereview pelajaran kimia SMA kelas X semester genap yaitu tentang hidrokarbon. Yang kita dalami adalah tentang bilangan oktan,yaitu RON (Research Octan Number) suatu bilangan yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan atau kemampuan bahan bakar sebelum terbakar pada saatnya dan ingat yang punya angka oktan atau RON hanya avgas bukan avtur. Avtur tidak menggunakan angka oktan atau RON karena avtur merupakan turunan dari kerosene atau minyak tanah. Untuk menentukan bilangan oktan diperoleh dari kandungan isooktana dan n heptana, ingat-ingat pelajaran SMA tentang Alkana. Bensin oktan 92 berarti 92 isooktana dan 8-heptana.semakin oktan tinggi maka semakin besar juga efisiensi mesin tersebut.

Beberapa contoh bahan bakar pesawat dan warnanya

1. AVGAS (Aviation Gasoline)

Avgas adalah bahan bakar pesawat untuk jenis pesawat bermesin piston engine. Avgas merupakan bahan bakar yang diolah dari gasoline (bensin) yang lebih disempurnakan dari segi volatility,titik didih,titik bekunya dan flash point nya. Avgas berbeda dengan mogas ,jika avgas digunakan pada pesawat terbang, mogas (motor gasoline ) digunakan pada kendaraan bermotor seperti sepeda motor atau mobil yang dijual di SPBU dan eceran pinggir jalan. Avgas diklasifikasikan kedalam beberapa jenis antara lain

A. Avgas 100 / ASTM D-910/ DEF-STAN 91-90

Avgas 100 berwarna hijau

Ciri-ciri AVGAS 100 yaitu oktan tinggi karena ditambahkan zat aditif yaitu lead/timbal. Lead atau timbal sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Warna AVGAS 100 adalah hijau.

B. Avgas 100LL

Avgas 100LL berwarna biru

Sama dengan Avgas 100 tetapi ditambah huruf LL ( Low Lead) type ini memiliki kadar timbal yang lebih sedikit ,jadi lebih aman daripada AVGAS 100. Warna bahan bakar ini adalah biru.

C.Avgas 82UL / ASTM 6227

Avgas 82UL berwarna ungu 

Digunakan untuk mesin pesawat yang memiliki rasio kompresi rendah. Jenis ini tidak ditambah lead atau timbal untuk meningkatkan angka oktan. Warna bahan bakar jenis ini adalah ungu.

B. Avtur (Aviation Turbine Fuel) / Aviation Kerosene

Jika avgas untuk pesawat bermesin piston,kalau avtur untuk pesawat bermesin turbine gas atau jet. Avgas diolah dari gasoline/bensin. Kalau avtur diolah dari kerosene (minyak tanah). Sifat yang terkandung pada minyak tanah yang dipakai untuk masak dan lampu sentir/lampu teplok ya itulah asalnya avtur. Perbedaannya hanya dari segi kebersihannya dan titik didih serta flash pointnya. Jadi itu kenapa pemerintah membuat kebijakan konversi bahan bakar minyak ke gas. Itu karena jika rumah tangga banyak menggunakan minyak tanah untuk memasak,maka pilot-pilot akan kerepotan karena bahan dasar untuk membuat avtur yang harusnya dipakai dipesawat malah dipakai untuk masak. 

Avtur tidak berwarna/colourless (kiri) atau straw / agak kekuningan (kanan)

Avtur adalah nama umum (trivial) di kehidupan sehari-hari, setiap negara memiliki nama sendiri-sendiri untuk menamakan avtur di negaranya. Nama avtur dikalangan pesawat sipil berbeda dengan nama avtur untuk tentara NATO,cina,dan lain-lain walaupun sama-sama avtur. Avtur untuk sipil diberi nama Jet A-1,Jet A dan Jet-B. Untuk militer didahului dengan huruf JP (Jet Propellant). Untuk inggris menggunakan kode DEF STAN 91-91. Untuk internasional/testing amerika ASTM D1665. Untuk NATO F-35. Untuk Rusia memberi nama TS-1. Cina memberi nama RP-1 RP-2 dan sebagainya.

1.Avtur Versi Sipil/Pesawat Komersial/ Untuk Maskapai
Avtur untuk versi sipil dibagi menjadi tiga yaitu Jet-A1, Jet-A,dan Jet-B. Dibawah ini adalah tabel perbandingan karakteristik antara Jet A dan Jet A-1


Yaitu yang paling mencolok adalah freezing point atau titik bekunya dimana Jet A-1 memiliki titik beku paling rendah dibandingkan Jet-A. Jet B adalah bahan bakar avtur yang memiliki titik beku paling rendah.terbuat dari campuran kerosene dan gasoline. Untuk pesawat terbang yang terbangnya sangat tinggi dimana suhunya sangat rendah,menggunakan bahan bakar ini seperti pesawat SR-71 Blackbird.

A. Avtur Jet A-1 / DEF-STAN 91-91 / F-35 / ASTM-D1665

Avtur Jet A-1 adalah avtur yang paling banyak digunakan untuk pesawat komersil. pesawat Garuda,Lion AIr,Citilink,Sriwijaya,dan lain-lain menggunakan avtur jenis ini. Avtur jenis ini memiliki kelebihan titik bekunya hingga minus 47 derajat celcius. Hal ini sangat mendukung operasi penerbangan pesawat ketika terbang cruising atau terbang jelajah pada ketinggian 30000 feet sampai 40000 feet. Pada ketinggian jelajah tersebut, suhu ambient atau freestream mencapai minus 45 derajat celcius. bayangkan apa yang terjadi jika pesawat terbang tidak menggunakan avtur Jet A-1 pada saat terbang jelajah,sudah pasti avturnya akan membeku menjadi es,pesawat akan mengalami kegagalan mesin (engine fail),dan pesawat akan jatuh. 


Di spesifikasi inggris, Avtur Jet A-1 disebut DEF-STAN 91-91, tentara NATO menyebutnya F-35,dan ASTM Intenasional menyebutnya ASTM D-1665 walaupun intinya sama, adalah sama-sama avtur. Lau,bolehkah kita membeli avtur eceran 1 liter atau 2 liter atau membeli avtur untuk pribadi? tidak boleh. membeli avtur di pertamina ataupun di perusahaan provider avtur harus melalui prosedur,tidak dijual pribadi seperti bensin atau solar. Pertamina mengemas avtur untuk penerbangan dalam mobil tanki yang siaga di setiap bandara, melalui fuel hydrant,ataupun dengan drum kemasan 200 liter. Jika ingin membeli,rekan-rekan harus mengirim surat kepada pertamina dan harus menjelaskan untuk apa tujuan pembelian avtur. Apakah untuk pesawat pribadi, untuk pesawat lomba,atau untuk penelitian.

B. Avtur Jet A / DEF-STAN 91-91 / F-35 / ASTM-D16

Avtur Jet-A memiliki flash point minus 40 dan tidak digunakan pada pesawat-pesawat komersil di Indonesia. Avtur jenis ini dipakai untuk pesawat latih ataupun pesawat bermesin jet yang tidak terbang tinggi karena suhu pada ketinggian rendah sampai 10000 feet tidak seperti pada saat terbang jelajah 30000 sampai 40000 feet.

C. Avtur Jet B / ASTM D-6615/CAN-CGSB 3

Avtur jenis ini tidak dipakai di Indonesia karena avtur jenis ini flammability nya sangat tinggi dan digunakan pada daerah cucaca ekstrem seperti eropa dan amerika bagian utara yang memiliki temperatur sangat dingin. Avtur jenis ini sangat rumit dari segi penyimpanannnya sehingga butuh penanganan ekstra untuk menggunakan avtur jenis ini.

2.Avtur Versi Pesawat Militer


Avtur versi militer menggunakan simbol JP (Jet Propellant). Antara lain :
  • JP-4 yaitu avtur yang memiliki titik beku yang sangat rendah. NATO memberi kode avtur ini F-40 dengan sebutan Avtag dan dalam versi sipil,JP-4 ini adalah Jet B.
  • JP-5 adalah avtur yang berwarna kuning dan memiliki titik beku -46 derajat celcius. NATO memberi kode bahan bakar ini F-44 dengan sebutan Avcat.
  • JP-8 yaitu avtur yang banyak digunakan karena JP-8 adalah Jet A-1 dalam versi sipilnya. NATO menyebutnya dengan kode F-34.

Teknik penyimpanan avtur tidak bisa sembarangan. Avtur di setiap bandara sudah disimpan secara aman oleh provider penyedia bahan bakar seperti pertamina melalui pertamina aviation yang berada di bandara tersebut. tetapi bagaimana jika kita ingin menyimpan avtur di bandara perintis ataupun di gudang pribadi? berikut adalah cara menyimpan avtur di gudang agar aman.


Bagaimanakah Pesawat Mengisi Bahan Bakar?

Tidak seperti mobil yang mengisi bahan bakar di SPBU,pesawat terbang memiliki beberapa cara mengisi bahan bakar. Ada dua cara pesawat mengisi bahan bakarnya yaitu dengan cara Aerial Refuelling ( pengisian bahan bakar di udara ) dan Ground Refuelling (pengisian bahan bakar di darat atau di bandara ).

1. Aerial Refuelling (pengisian bahan bakar di udara)




pengisian bahan bakar dengan cara aerial refuelling

Pengisian bahan bakar di udara dilakukan paling banyak oleh pesawat tempur. Walaupun banyak dilakukan oleh pesawat tempur,tetapi ada juga pesawat kargo yang dapat melakukan aerial refuelling. Pengisian bahan bakar seperti ini dilakukan hanya dalam keadaan mendesak. Dalam sebuah perperangan udara,waktu adalah menjadi hal yang terpenting bagi pilot tempur karena jika boros dalam waktu,maka pilot akan kehilangan kesempatan untuk menyerang ataupun bertahan dari musuh. Ketika bahan bakar semakin menipis dan jika pilot mendarat untuk mengisi bahan bakar akan kehilangan kesempatan waktu untuk menyerang sasaran musuh,maka pilot pesawat tempur akan memanggil pesawat tanker atau pesawat refuelling untuk mentransfer bahan bakar di udara. Dengan cara tersebut,maka pilot tempur tidak akan kehilangan banyak waktu dan pesawatnya terisi bahan bakar kembali. Selain alasan tersebut, aerial refuelling juga dilakukan apabila pangkalan atau bandara asal sudah dilumpuhkan musuh dan tidak memungkinkan lagi untuk pulang ke markas,sehingga untuk mengisi bahan bakar,pilot akan memanggil pesawat tanker dari pangkalan lain untuk memberikan bahan bakar tambahan di udara.

2. Ground Refuelling (pengisian bahan bakar di darat)

Pengisian bahan bakar di darat adalah pengisian bahan bakar yanga paling umum dilakukan. Pengisian bahan bakar di darat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan truck tanki dan juga fuel hydrant.




pengisian bahan bakar dengan truck tanki




pengisian bahan bakar dengan fuel hydrant

Mengisi bahan bakar dengan truck tanki dilakukan apabila bandara tempat pesawat tersebut parkir tidak memiliki sistem fuel hydrant atau saluran bahan bakar yang dipendam di dalam tanah. Untuk mengisi dengan cara ini,ketika pesawat parkir di apron dan mesin telah dimatikan,maka truk bahan bakar akan bergerak mendekat dan petugas akan mulai melakukan pengisian bakar. Cara pengisian bahan bakar baik menggunakan fuel hydrant ataupun truk tanki,untuk pesawat penumpang transport yang letak sayapnya tinggi,pertama,petugas akan mendekatkan ladder atau tangga pengisi bahan bakar pada bagian fuel cap atau penutup tanki bahan bakar yang terdapat pada sayap pesawat. Kalau pesawat kecil yang fuel capnya ada di atas sayap,maka petugas akan naik ke atas sayap jika sayapnya model high wing,jika sayapnya jenis sayap rendah yang fuel cap nya di atas,maka petugas tidak perlu naik. Setelah petugas membuka fuel cap maka petugas akan memasang bagian ujung fuel hose pipe ke lubang fuel cap kemudian di lock. Setelah itu petugas akan menghidupkan pompa untuk memopa bahan bakar ke pesawat. Pengisian bahan bakar ini tidak sembarangan dan harus didampingi flight dispatcher atau FOO karena berpengaruh terhadap keseimbangan pesawat. 

Bagaimanakah Memeriksa Kualitas Bahan Bakar Pesawat ?


Rekan-rekan pasti tau kalau air sampai kapanpun tidak akan pernah bersatu dengan minyak. Bayangkan kompor minyak kalian atau sepeda motor kalian bensinnya tercampur air,pasti performa mesin motor kalian tidak akan baik. Sama seperti pesawat, bahan bakar pesawat terutama avtur tidak bisa sembarangan dipakai jika kadar airnya tinggi,jadi jangan heran kalau rekan-rekan pernah melihat drum avtur,biasanya di bandara-bandara perintis terkadang isi drum avtur tersebut masih sisa 1/4 nya tetapi tidak digunakan dan dibuang. Hal itu karena kadar air dalam drum avtur tersebut sudah tinggi. Air tersebut biasanya datang dari embun. Supaya tidak mengambil resiko,teknisi pesawat akan melakukan check kualitas avtur sebelum digunakan pada pesawat,nah hydrokit itulah alatnya. Hydrokit ini digunakan untuk mengetahui kadar air dalam avtur. Kalau rekan-rekan tidak jeli,biasanya mengira hydrokit terutama yang jenis velcon adalah alat kesehatan atau medis karena box dan bentuknya seperti alat medis. Hydrokit ini terdiri dari berbagai macam jenis,tetapi terdapat tiga jenis metode dan penggunaan hydrokit untuk mengukur kadar air yang populer antara lain, Shell Water Detector,Velcon Hydrokit,dan Gammon Aqua-Glo Kit. Di sini kita akan mempelajari bagaimana melakukan prosedur cek kadar air pada bahan bakar pesawat. Terdapat dua metode cek kadar air pada bahan bakar pesawat yaitu pengecekan dengan mengambil sample dan tidak mengembalikan ke tanki bahan bakar dan pengecekan dengan mengembalikan bahan bakar kedalam tanki kembali.

A. Pengecekan Tanpa Mengembalikan Bahan Bakar Uji Ke Tanki / Metode Hydrokit

Pengecekan tanpa mengembalikan bahan bakar uji kedalam tanki adalah pengecekan yang dilakukan sekali pakai. Jadi,bahan bakar yang telah diuji hanya digunakan sebagai sample saja,tidak dikembalikan ke tanki bahan bakar. Metode ini sangat akurat karena menggunakan metode kimia,tetapi kelemahannya yaitu bahan bakar sisa pengujian jika tidak dibuang secara benar dapat mencemari lingkungan. Metode ini menggunakan alat yang disebut hydrokit.

1. Shell Water Detector




Shell water detector ini adalah cara mengukur kadar air dalah avtur dengan alat yang diproduksi oleh shell aviation. Teknik pengukuran dengan metode shell water detector menggunakan kapsul,pompa suntik,dan kertas sebagai pembanding. Langkah-langkah memeriksa avtur dengan shell water detector adalah :
  • Siapkan avtur kedalam toples kaca bening. 
  • Uji kapsul detector untuk memastikan kertas yang terdapat pada kapsul berwarna kuning. Jika tidak,maka kapsul harus diganti yang baru.(usahakan ketika melakukan cek kadar air menggunakan sarung tangan dan kondisi kering tidak lembab). 
  • Pasang kapsul pada ujung suntikan,kemudian celupkan ujung suntikan kedalam avtur yang akan diuji di toples tadi. 
  • Tarik pompa suntikan perlahan-lahan untuk menyedot avtur kedalam suntikan yang ada kapsulnya sampai 5 mililiter. 
  • Periksa warna kapsul tersebut. Jika ada warna hijaunya atau sedikit saja terdapat bercak hijau,maka avtur tersebut jangan digunakan karena banyak mengandung air yang bisa menyebabkan mesin pesawat mogok (engine fail). 

2.Velcon Hydrokit




Velcon hydrokit adalah metode pengukuran kadar air dengan sistem perbandingan warna antara avtur dengan kertas indikator. Velcon hydrokit ini metode pengukuran kadar air yang paling simple dan paling banyak digunakan. Langkah-langkah pengukuran kadar air dengan velcon hydrokit adalah :


  • Siapkan toples atau tempat untuk menampung avtur dan pastikan tempat tersebut bersih. 
  • Ambil avtur yang akan diukur kadar airnya ke dalam toples. 
  • Tekan tabung uji ke dalam toples yang terisi avtur. 
  • Setelah tabung terisi,dilanjutkan dengan menggoyangkan tabung agar bubuk di dalam tabung tercampur dengan avtur. 
  • Tunggu selama dua menit untuk mengetahui perubahan warna antara reaksi avtur dengan bubuk di dalam tabung uji. 
  • Jika warna campuran bubuk dengan avtur berubah menjadi pink atau lebih gelap,maka avtur tersebut tidak bisa digunakan untuk pesawat karena terdapat kandungan air lebih dari 15/30 ppm,jika berwarna putih maka avtur bisa digunakan untuk pesawat. 

B. Pengecekan Dengan Mengembalikan Bahan Bakar Uji Ke Tanki 

Metode ini sering disebut pre flight drain check atau fuel drain check. Metode ini yang paling sering digunakan oleh pilot sebelum terbang. Pilot mengambil sample bahan bakar dari dalam tanki bahan bakar atau fuel drain. Metode ini lebih ramah lingkungan karena jika bahan bakar yang diuji tidak mengandung air,maka bahan bakar tersebut bisa dikembalikan ke dalam tanki pesawat. Beberapa alat yang digunakan oleh metode ini adalag Gats JAR,Multi sump drain, Jeppesen & ASA Fuel Tester.




pengecekan bahan bakar dengan Gats JAR




pengecekan dengan multisump




pengecekan dengan metode ASA & Jeppesen tester

Pengecekan dengan metode tersebut sangat mudah dan praktis. bahan bakar yang mengandung air akan terlihat pada bagian bawah tester karena berat jenis air lebih tinggi daripada berat jenis avgas atau avtur. Jika terdapat kandungan air,maka baha bakar tersebut tidak digunakan dan jika tidak mengandung air,maka bahan bakar tersebut dapat dikembalikan kembali ke tanki. Berbeda dengan metode hydrokit baik mengandung air atau tidak,bahan bakar tidak boleh dikembalikan karena sudah terkintaminasi bahan kimia penguji kadar air hydrokit.

Apa itu Fuel Jettison,Dump and Burns,dan Drop Tank Jettison?




contoh fuel jettison pesawat penumpang

Fuel jettison atau orang penerbangan menyebutnya fuel dump. Rekan-rekan mungkin masih awam dengan prosedur emergency ini. Fuel jettison adalah salah satu prosedur emergency dengan membuang bahan bakar pesawat baik di darat atau di udara,tetapi fuel jettison dilakukan lebih banyak di udara. Fuel jettison dilakukan untuk mengurangi berat pesawat ketika harus melaksanakan pendaratan darurat sesegera mungkin. Pilot yang akan mendaratkan pesawatnya dalam waktu yang singkat karena terjadi masalah harus membuang sebagian bahan bakarnya supaya macnuver pergerakan pesawat mudah dikendalikan dan tidak terganggu berat bahan bakar yang dibawa. Tidak mungkin pilot membuang peralatan dan perabotan yang ada di dalama pesawat apalagi penumpangnya. Jalan satu-satunya untuk mengurangi berat pesawat dengan membuang bahan bakarnya sebagian supaya berat pesawat menjadi berkurang dan mudah untuk dikendalikan. Selain alasan memudahkan pergerakan pesawat,fuel jettison juga dilakukan apabila pesawat harus mendarat darurat pada bandara yang memiliki angka PCN kritis (untuk belajar PCN buka menu airport,spaceport,dan seaport di web ini). Sehingga dengan membuang sebagian bahan bakarnya,ketika pesawat tersebut mendarat pada bandara yang kritis maka landasan pacu atau runway tidak ambles atau retak akibat impact dari beban pesawat.




contoh dump and burn pesawat tempur

Kalau dump and burn ini membuang bahan bakar tetapi tujuannya sebatas untuk airshow atau pertunjukan udara,bukan darurat. Dump and burn ini hanya dilakukan oleh pesawat tempur bukan pesawat penumpang. Kalau rekan-rekan tidak jeli,terkadang keliru membedakan dump and burn dengan afterburner. Bedanya kalau afterburner tekanan apinya tinggi dan apinya terlihat smooth atau teratur,kalau dump and burn tekanan apinya tidak tinggi dan bentuk apinya cenderung berantakan atau tidak teratur. Perbedaan lagi antara afterburner dan dump and burn adalah kalau afterburner pembakarannya terjadi sejak didalam nozzle atau knalpot pesawat,kalau dump and burn ini terjadi di luar nozzle pesawat.



Fuel and dump ini mekanismenya adalah,fuel atau bahan bakar di keluarkan ke udara luar dan karena pada nozzle pesawat mengeluarkan api terutama saat afterburner,maka fuel yang dikeluarkan tadi ikut terbakar dan menyebabkan ada kobaran api dibelakang pesawat.




contoh drop tank jettison pesawat tempur

Kalau drop tank jettison ini juga sama dilakukan oleh pesawat tempur. Rekan-rekan kalau tidak jeli melihatnya,mungkin mengira drop tank ini adalah bom. Drop tank ini bukan bom. kalau bom ukurannya lebih pendek dari drop tank dan biasanya punya fin atau sirip,kalau drop tank tidak punya sirip serta ukurannya lebih panjang. Pesawat tempur yang menggunakan drop tank atau tanki tambahan pada pesawatnya,jika ternyata setelah terbang ketahuan musuh dan dikeroyok oleh pesawat musuh,maka pilot pesawat tempur tersebut akan mencari cara untuk lari atau kalau mau melawan harus memikirkan bagaimana cara agar pesawatnya bisa macnuver atau jungkir balik dengan lincah. Caranya adalah dengan melakukan drop tank jettison. Ketika pesawat musuh sudah dekat,maka drop tank akan dibuang ke darat,lalu pesawat lebih bebas untuk bermacnuver,kalaupun mau lari,maka pesawat tersebut bisa lari dengan cepat karena tidak membawa beban bahan bakar lagi.

Di atas tadi adalah pembahasan tentang bahan bakar pesawat,sekarang kita akan belajar bahan bakar roket. 

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Pesawat

Sayap Pesawat